MANI ENCER

AIR mani atau sperma encer adalah salah satu masalah orang dewasa yang sering diperbincangkan. Malah, saat ini banyak obat yang dijual bebas untuk mengatasi masalah ini. Namun, sebenarnya tingkat kekentalan (kepekatan) air mani tidak ada kaitannya dengan tingkat kesuburan seseorang. Menurut dr Teddy Rochantoro SpOG, di dunia kedokteran tidak dikenal istilah mani encer. Istilah yang berkaitan dengan disfungsi ereksi adalah normospermi, oligospermi dan aspermia. Normospermi adalah kondisi di mana jumlah kandungan sperma di dalam cairan air mani dalam keadaan normal yakni sekitar 20-80 juta sperma. Oligosperma, jumlah sperma di bawah 20 juta dan aspermia yakni tidak ada sperma sama sekali. “Jadi tidak ada istilah mani encer apalagi dihubungkan dengan kesuburan seseorang,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Theresia, kemarin.
Lalu bagaimana anggapan masyarakat awam soal mani encer itu sendiri? dr Teddy menjelaskan, anggapan mani encer biasanya didasari anggapan bahwa air mani yang keluar pasca penetrasi melalui vagina sering dianggap encer. Padahal hal ini wajar. Setiap air mani yang keluar, dalam waktu beberapa menit akan mengalami pencairan. “Jadi kalau keluar seperti air di vagina dan terlihat encer ini wajar,” ujarnya.

Yang perlu diketahui, kata dr Teddy, air mani yang keluar saat ereksi tidak semuanya berisi sperma. Tapi ada juga cairan semen tempat berenang sperma. Dalam hal ini, yang mempengaruhi kesuburan pada pria adalah kualitas sperma dan jumlah spermanya. “Apakah ada sperma yang keluar atau tidak, bisa saja hanya cairan semen saja. Tidak hanya itu, jumlahnya cukup atau tidak untuk membuahi sel telur,” ujarnya.
Karena pada kondisi oligospermia dan aspermia, seorang pria sulit untuk mendapatkan keturunan, sehingga perlu diketahui penyebabnya. Begitu juga dengan kualitasnya. Dalam hal ini morfologi spermanya. Apakah sperma memiliki morfologi yang lengkap atau tidak, yakni memiliki ekor, leher dan kepala. Jika hanya ada kepala saja, atau ekor saja tentu tidak bisa membuahi. “Jadi biar katanya sperma encer, tapi morfologi bagus, jumlah cukup, bisa membuahi,” ujar dr Teddy.

Mengenai penyebab lain infertilitas pada pria, dr Teddy mengatakan, bisa juga karena ada gangguan pada testis dan gangguan pada hormon. “Tapi ini saling berhubungan, gangguan pada testis akan mempengaruhi kualitas sperma begitu juga jika ada gangguan hormon,” ujarnya. Penyebab infertilitas yang didapat salah satunya karena infeksi. Contohnya, gondongan. “Infeksinya lari ke testis, sehingga testis membengkak. Ini juga akan memengaruhi produksi sperma,” kata Teddy. Faktor lain adalah saluran sperma yang tersumbat, trauma (terbentur), kecelakaan, sehingga testis rusak. Konsumsi obat-obatan tertentu juga bisa memicu infertilitas karena pertumbuhan sperma tidak bagus (spermatogenesis). Infertilitas juga bisa akibat efek samping (pengaruh) operasi. “Jadi orang yang sudah punya anak belum tentu akan subur sterusnya, karena bisa saja infertil karena faktor yang didapat,” ujarnya.

Kapan seorang pria tahu bahwa dirinya tidak subur? Salah satunya jika setahun setelah menikah belum juga punya anak. Ini disebut infertilitas primer. Faktornya bisa dari suami, istri, atau dua-duanya. Kalau dari pria 20 persen, sementara kalau keduanya 30-40 persen. Kita lihat kelainannya ada di mana dan apakah ada faktor yang bisa dikoreksi.

Selain itu, ia menegaskan bahwa kejantanan berbeda dengan kesuburan pria. Faktor kejantanan itu berhubungan dengan fungsi seksual dalam arti kualitas hubungan, sedangkan faktor kesuburan berhubungan dengan masalah fertilitas yakni kemampuan seorang pria menghamili pasangannya. Jadi jelas bahwa kesuburan dengan kejantanan pria mempunyai arti berbeda. “Jadi orang yang hebat dalam berhubungan belum tentu subur dan sebaliknya, orang yang tidak hebat saat berhubungan belum tentu tidak bisa menghamili,” terangnya. Karena dalam hubungan seksual ada dua tujuan yang ingin dicapai pertama, kepuasan dan kedua ada keturunan. “Jadi saat berhubungan bisa saja keduanya didapat atau hanya salah satunya,” terangnya.(*)

Lakukan Pemeriksaan Analisa Sperma
Untuk Ketahui Kualitas Sperma

JIKA ada pasangan yang tak kunjung punya keturunan, biasanya istrilah yang dituding sebagai penyebab. Padahal adakalanya suami juga punya andil. Karena itu perlu dibicarakan dan dicari jalan keluarnya bersama. Dengan pemeriksaan medis secara teliti, mendalam dan terus menerus (berkelanjutan) oleh dokter, dapat diketahui faktor penyebab dan  solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Menurut dr Teddy Rochantoro SpOG, jika dalam satu tahun pasangan suami istri belum dikarunia anak ada baiknya keduanya melakukan pemeriksaan. “Tidak hanya istri tapi suaminya juga,” ujarnya saat ditemui di Rumah Sakit Theresia, kemarin. Karena masalah infertilitas bisa juga terjadi pada pria. Salah satu masalah yang sering terjadi pria adalah menyangkut kualitas dan jumlah spermanya. Hal ini bisa menyebabkan infertilitas pada pria.

Apakah hal ini bisa diatasi?

dr Teddy menjelaskan, hal ini tergantung dari penyebabnya. Biasanya, dokter akan melakukan pemeriksaan analisa sperma baik mengenai jumlah sperma maupun morfologinya. “Jika ditemukan ada yang tidak normal, maka dicari penyebabnya,” ujarnya.

Ada beberapa penyebab jumlah sperma tidak cukup pada saat terjadi ereksi. Pertama, ada sumbatan sehingga sperma tidak keluar. ”Jika tersumbat, maka penyumbatannya ini dibuka. Karena bisa saja hanya cairna smeen yang keluar. Jika produksi sperma berkurang karena gangguan hormon, maka hormonnya yang ditambah,” ujarnya.

Sementara itu, terkait dengan morfologi sperma juga demikian. Dokter akan melakukan pemeriksaan yang menyebabkan morfologi sperma tidak lengkap. Biasanya karena ada gangguan pada spermatogenesis. “Ini bisa karena gangguan pada pabrik sperma di testis dan gangguan lain,” ujarnya.

Yang jelas, semua masalah ini bisa diatasi jika diketahui penyebabnya. Namun demikian, membutuhkan pemeriksaan dan analisa yang kuat dari dokter yang bersangkutan. Terkait dengan gangguan anatomi pada organ genetalia, koreksi biasanya dilakukan dengan operasi.

~ oleh sakitsebabdanobatnya pada 23 Mei 2009.

13 Tanggapan to “MANI ENCER”

  1. Happy you posted this information and facts. To forestall the plateau syndrome whilst hoping to zixiutangbeepollen, cardio work out should range. At the least check out to alter up the program each and every four to eight months to help keep zixiutangbeepollenloss constant. When you stay with the identical routine then your entire body won’t burn up as several energy because it did to start with.

  2. dok, bgni crtax setiap kali sy buang air kecil kok selalu diikuti dgn mani sy brwrni putih kekuningan.
    nah, prtxaan sy :
    1. apa penyebabx?
    2. apakah ini trmasuk sebuah pnyakit?
    3. bgaimana cra mngatasix…
    mksh

  3. Saya mengalami oligosperma , bagaimana ya dok? Apakah ada obat untuk mengatasinya, agar saya bisa mendapatkan keturunan

    Thanks

  4. saya sdh 2thn blm punya keturunan.dan klo sya lihat sperma sya encer.
    itu gmna dok cra mngatasinya??

  5. Dok saya sudah menikah 1 1/2 thun tp blum dikaruniai anak,pada sa’at pertama menikah,istri saya sempat pakai kb suntik selama 3bln,apakah kb itu berpengaruh pada kehamilan,trus gimana cara mengatasinya???

  6. saya mau bertanya,,,knp setiap say buang air kcil,,,tiba-tiba mani saya juga ikut keluar apakah yang menyebabkan itu??????????

  7. Pa saya sering mengocok kemaluan saya hingga ejakulasi tpi air mani sya tahan jangan sampe keluar dengan cara menekan keras ujung kemaluan saya, , ,
    Yg saya maw tanya “Apakah bisa menyebabkan tersumbat saluran airmani saya” tlong d jawab ya

  8. Tolong ya d jawab

  9. Apa pnyebab’y air mani bsa encer ?
    Dan ada solusi’y ga ?
    Bila sering di keluarin sndiri apa brpengaruh trhadap kemandulan. ?

  10. kok ga dijawab ama pak dokter?

  11. kalu keluar sendiri gimna??

  12. sering ngocok bisa gak menyebabkan air mani encer…??…trims sebelumnya pak..

  13. lankah2 pemeriksaanya gimana?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: