AYAN

PENYAKIT AYAN  merupakan penyakit umum yang merugikan kesehatan umum, apa lagi kanak-kanak. Tingkat kejangkitan penyakit itu di kalangan anak-anak lebih tinggi dari pada orang dewasa, dengan ditandai setiap 100.000 anak-anak terdapat 40 hingga 50 anak yang mengidap penyakit tersebut, dan sedangkan setiap tahun akan ditemukan 90 hingga 200 penderita baru di kalangan anak-anak.

Sejumlah pengertian keliru terhadap penyakit tersebut.

Pertama, banyak orang tua menganggap anaknya menderita penyakit ayan begitu menyaksikan anaknya kejang, sehingga membawa anaknya berobat ke banyak dokter dan berupaya mencari resep obat dari kalangan rakyat. Kenyataannya, menurut statistik di Tiongkok, hanya sekitar 3,5 persen dari seluruh penduduk yang pernah mengalami sekali atau dua kali kejang, di antara mereka, hanya 0,5 persen merupakan penderita penyakit ayan.

Kedua, terlalu terburu nafsu dalam pengobatannya.

Dalam pengobatan penyakit ayan, tidak sedikit orang tua yang menunjukkan sikap terburu nafsu, ingin cepat-cepat menyembuhkannya secara tuntas supaya tidak kambuh lagi. Harapan itu memang bagus, tapi karena keterbatasan ilmu kedokteran baik di dalam maupun luar negeri, keinginan seperti itu masih belum dapat terlaksana.

Ketiga, minum obat ayan bisa membuat orang “dungu”.

Tak sedikit orang beranggapan bahwa pengobatan penyakit ayan menurut kedokteran modern dapat membuat si anak menjadi “dungu” atau ‘merusak organ hati’nya. Pada kenyataan, walau pun semua obat-obatan mungkin menimbulkan efek sampingan tertentu, tapi kalau tidak berobat, penyakit itu akan menjadi semakin parah, maka, tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

Ke-empat, penyakit akan bertambah parah bila terlalu banyak menggunakan otak. Tidak jarang para orang tua merasa malu bila anaknya terdiagnosa menderita penyakit ayan, dan berupaya untuk menutup-nutupinya. Bahkan ada orang tua yang tidak menyekolahkan lagi anaknya untuk sementara waktu, dengan alasan khawatir penyakit si anak akan sering kambuh karena terlalu banyak menggunakan otak bila bersekolah. Pada hal, bagi sebagian terbesar anak penderita penyakit ayan tidak akan terpicu kambuh penyakitnya karena banyak menggunakan otak.

Kelima, penderita penyakit ayan tidak boleh menikah dan beranak. Banyak orang tua mengira anaknya yang mengidap penyakit ayan, kelak setelah dewasa tidak boleh menikah atau beranak. Sebenarnya penyakit ayan merupakan semacam penyakit yang ditimbulkan oleh banyak unsur, kecuali mereka yang mengidap penyakit itu karena keturunan, selainnya asalkan dapat memperhatikan pencegahannya, penderita penyakit ayan tetap boleh menikah atau mempunyai anak setelah dewasa.

Pencegahan harus dimulai dari masa hamil.

PENYEBAB  penyakit ayan anak-anak sebagai berikut. Pertama, kelainan yang terjadi pada masa hamil atau bersalin seorang wanita, termasuk janin dalam rahim yang kekurangan oksigen atau bayi terluka ketika dilahirkan. Kedua, kelainan pertumbuhan atau metabolisme bawaan janin. Ketiga, luka luar pada otak atau radang otak besar. Langkah-langkah berikut dapat mengurangi terjangkitnya penyakit ayan. Antara lain, perawatan kesehatan yang sungguh-sungguh pada masa pra-bersalin dalam rangka mengurangi komplikasi hamil. Bersalin di rumah sakit dan mengurangi persalinan patologi. Menghindari terinfeksinya bayi. Menghindari terjadinya luka luar pada otak anak, menganjurkan untuk melahirkan dan mengasuh bayi yang sehat, dengan aktif mencegah penyakit turunan atau pembawaan.

Sebagian penyakit ayan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan.

Penyakit ayan jinak. Sekitar 30 persen penyakit ayan pada kanak-kanak tergolong jinak. Misalnya kejang bayi yang bersifat keturunan dan jinak serta kejang otot sebentar yang bersifat jinak. Meskipun penyakit itu bermacam-macam manifestasinya, tapi tidak mempengaruhi pertumbuhan kecerdasan anak, dan dapat terkontrol sama sekali dengan makan obat, dan akan sembuh dengan sendirinya setelah memasuki pubertas. Setelah terdiagnosa oleh dokter anaknya mengidap penyakit ayan jinak, orang tua tidak perlu repot membawa anaknya ke sana ke sini mencari dokter, asalkan minum obat secara teratur menurut petunjuk dokter, sang bocah tetap dapat bersekolah seperti anak-anak lainnya.

Penyakit ayan absensia. Penyakit ayan tersebut juga dapat terkontrol sepenuhnya dengan pengobatan formal.

Bagaimana mengatasi penyakit ayan yang sulit diobati.

Tak dapat disangkal, di antara anak-anak penderita ayan ada pula yang sulit disembuhkan, dan bahkan tak terkontrolkan dengan obat, dan mereka kebanyakan menderita mental terbelakang.Terhadap anak-anak yang menderita penyakit ayan seperti itu dianjurkan diberikan pengobatan spesifik, yaitu di samping memilih obat-obatan yang cocok, harus pula ditunjang dengan terapi psikis dan fungsi. Melalui pengobatan spesifik yang rasional dan modern, sekitar 70 persen penderita dapat mengontrol sepenuhnya kambuhnya penyakit tersebut, dan 50 persen di antaranya bahkan tidak akan kambuh lagi setelah berhenti minum obat.

PENGOBATAN

Memilih obat anti penyakit ayan yang cocok. Dan dimulai dengan dosis kecil, kemudian berangsur-angsur ditambah, dengan maksud mengurangi reaksi buruk dan menemukan dosis yang paling ideal. Kalau obat pemilihan pertama itu tidak cocok, dapat mencoba menggantinya lagi dengan obat lain, tapi dianjurkan jangan terlalu banyak berganti obat. Setelah ditemukan semacam obat yang benar-benar cocok dengan dosis yang efektif, sebaiknya digunakan terus selama 3 hingga 5 tahun, dan selanjutnya apakah harus terus makan obat itu , dokter lah terakhir yang akan memutuskannya. Dalam proses pengobatan, waktu tidur harus terjamin, kurangi minuman yang mengandung kafein dan pantang minum arak. Mayoritas anak penderita penyakit ayan boleh tetap bersekolah dan tak perlu berhenti bersekolah untuk sementara. Harus memberi perhatian khusus kepada anak-anak penderita penyakit ayan , dan tidak boleh mendiskriminasinya. Perlu periksa ke dokter secara rutin. Sekitar 15 persen anak penderita penyakit tersebut dapat dipertimbangkan untuk menjalani operasi.

~ oleh sakitsebabdanobatnya pada 20 Mei 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: