KANKER RAHIM

Kanker Rahim (uterus) atau yang sebenarnya adalah kanker jaringan endometrium adalah kanker yang sering terjadi di endometrium, tempat dimana janin tumbuh, sering terjadi pada wanita usia 60-70 tahun.

SEBAB

* Lanjut usia
* Kegemukan (termasuk contohnya pada penderita Diabetes)
* Menstruasi pertama di usia dini, Menopause yang terlambat.
* Belum pernah hamil
* Stimulasi estrogen berlebihan (dari dalam tubuh sendiri atau berasal dari luar tubuh)
* Riwayat kanker keluarga (berhubungan dengan kanker usus besar ?Lynch Syndrome)

Banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa kadar estrogen sangat memainkan peran dalam perkembangan kanker rahim.

Selama kehamilan, produksi hormon estrogen meningkat dengan diiringi peningkatan hormon progesteron juga. Wanita dengan produksi estrogen yang tinggi tanpa diimbangi dengan peningkatan produksi progesteron dapat meningkatkan faktor resiko terjadi kanker rahim / endometrium.

TANDA – TANDA

* Operasi, bisa dilakukan operasi secara partial histerektomi (pengangkatan rahim sebagian) dan radikal histerektomi (pengangkatan seluruh rahim)
* Terapi tambahan : radiasi dan atau kemoterapi diperlukan apabila kanker sudah menyebar ke jaringan sekitarnya (metastasis) . Radiasi dapat mencegah kambuhnya kembali kanker rahim.

Saran pada wanita muda :

* Bersekolah, bekerja dan atau menikah
* Mempertahankan kesuburan / kapan mendapatkan anak
* Apakah seks sangat penting, harus atau tidak dilakukan di usia muda
* Memperhatikan riwayat kanker pada keluarga
* Memperhatikan harapan hidup secara keseluruhan.

OBAT TRADISIONAL

Menurut para pakar kesehatan selain dari makanan yang mengandung zat karsinogenik (pemicu kanker), tumor dan kanker pada pencernaan juga disebabkan karena kurang olahraga dan faktor riwayat keturunan.

Selama ini tindakan untuk mengatasi tumor dan kanker adalah dengan pengobatan dan terapi modern. Contohnya saja obat-obatan yang cukup mahal harganya, radiasi juga kemoterapi. Di samping itu ada pula obat-obatan tradisional yang bisa dimanfaatkan untuk menekan perkembangan dari tumor tersebut.

Salah satu tanaman obat yang dinilai mampu mencegah perkembangan tumor pencernaan adalah jali (Coix lachryma jobi L atau Coix agrestis Lour). Tanaman ini kerap tumbuh liar di samping selokan atau sungai. Perbanyakannya menggunakan biji. Berdaun pita dengan permukaan daum berbulu, jali seperti rumpunan tebu atau rumput-rumputan yang tingginya sekitar 1-2 meter. Bulir bijinya beruntai bulat-bulat dengan kulit yang keras. Warna bijinya hijau yang pada saat matang berwarna agak gelap,

Di beberapa daerah tanaman ini dikenal dengan nama singkoru batu, hanjeli, kemangge, bukehang atau kaselore. Biji-bijinya sering kali digunakan sebagai mainan atau dibentuk untaian kalung leher oleh anak-anak pedesaan.

Ternyata jali mengandung bahan kimia yang sudah lama diketahui oleh para ahli farmasi di berbagai negara. Pada bijinya yang terasa manis dan agak dingin terdapat kandungan protein, lemak, karbohidrat, vitamin B1, asam amino, coixol, coixenolide dan coicin.

Secara farmakologis, biji jali memperkuat limpa dan paru meningkatkan daya tahan tubuh, bersifat sitostatika, menghilangkan lembab, peluruh kencing, anti radang, mengeluarkan nanah, anti toksin dan menyembuhkan bisul. Biji jali juga mengganggu pertumbuhan sel kanker pada tingkat metafase. Di samping itu bagian ini juga mampu meningkatkan fungsi korteks adrenal dan menambah imunitas sel serta fungsi hormonal.

Bagian lain yang kerap digunakan untuk pengobatan adalah daun dan akar. Pada daunnya terdapat alkaloid. Sedangkan pada akar terdapat coixol, asam pamitate, asam stearat, stigmasiterol,betha dan gama-stosterol, potassium chlorida, glukosa, asam amino, tajin, phytin dan vitamin B1.

Akarnya ternyata juga terasa manis dan dingin. Dari sisi farmakologis akar jali menguatkan limpa, peluruh kencing, anti radang, mematikan serangga dan anti toksin. Berdasarkan inventaris tanaman obat Depkes penggunaan akarnya untuk obat dilakukan dengan cara direbus. Akarnya sebanyak 15-30 gram direbus dengan empat gelas air hingga tersisa dua gelas air rebusannya. Air itu diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas.

Ramuan ini digunakan untuk mengobati infeksi batu saluran kencing, kecing bernanah, bengkak, beri-beri, keputihan (leucorrhea), tak datang haid, sakit kuning (jaundice), cacingan (ascariasis), mengatasi sakit pada usus buntu dan radang usus (enteritis) kronis.

Penyakit lainnya yang bisa diatasi rebusan akar jali adalah rematik seperti sakit otot (mialgia), sakit tulang (ostalgia) dan sakit sendi (arthralgia). Untuk mengobati radang paru, demam dan batuk sesak, akar yang direbus lebih sedikit yang digunakan. Lalu dicampur madu dan diminum sehari tiga kali.

Untuk mencegah dan mengatasi tumor saluran pencernaan, kanker paru dan kanker mulut rahim (cervix) digunakan bijinya. Yakni biji kering sebanyak 15-60 gram direbus dalam enam gelas air sehingga tersisa dua gelas air rebusan. Air tersebut diminum dua kali sehari sebanyak satu gelas. Ramuan ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati abses paru, kutil (warts) dan eksim.

~ oleh sakitsebabdanobatnya pada 23 Mei 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: